WELCOME MY BLOG

Monday, March 11, 2013

DINAMIKA KEPENDUDUKAN DESA KINGKANG WONOSARI KLATEN TAHUN 2011


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pertumbuhan penduduk selalu dikaitkan dengan tingkat kelahiran, kematian dan perpindahan penduduk atau migrasi baik perpindahan ke luar kota  maupun ke luar provinsi.
Dinamika kependudukan adalah perubahan kependudukan untuk suatu daerah tertentu dari waktu ke waktu. Dinamika atau perubahan penduduk cenderung kepada pertumbuhan. Pertumbuhan penduduk ialah perkembangan jumlah penduduk suatu daerah atau negara.
Perubahan pada dinamika kependudukan membawa perubahan pola hidup sosial sehingga mempengaruhi kehidupan masyarakat. Selain itu, perubahan pada dinamika kependudukan juga membentuk, mempercepat, maupun menghambat perubahan unsur lain dalam sistem sosial seperti yang terjadi di Kelurahan Kingkang Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten pada laju pertumbuhan penduduk pada tahun 2011.
Secara umum, terdapat beberapa model dinamika atau perubahan kependudukan yang diuraikan sebagai berikut :
a.       Pertambahan penduduk dapat terjadi apabila :
1.      Mortalitas lebih tinggi daripada fertilitas, tetapi selisih kekurangan fertilitas ini ditutupi oleh migrasi neto positif.
2.      Mortalitas lebih rendah daripada fertilitas meskipun terdapat migrasi neto positif.
3.      Tidak ada migrasi neto.
4.      Ada migrasi neto negatif, tetapi tidak cukup besar untuk mengimbangi lebihan fertilitas.
5.      Mortalitas sama dengan fertilitas dan terdapat migrasi neto positif.
b.    Penurunan jumlah penduduk dapat terjadi apabila :
1.      Mortalitas lebih tinggi daripada fertilitas, dan terdapat migrasi neto negatif.
2.      Tidak ada migrasi neto.
3.      Migrasi neto positif tidak dapat menutup kekurangan penduduk akibat mortalitas yang lebih tinggi.
4.      Mortalitas lebih rendah daripada fertilitas dan migrasi neto negatif cukup besar untuk menutupi tambahan penduduk.
5.      Mortalitas dan fertilitas adalah sama dan migrasi neto adalah negatif.
c.       Jumlah penduduk tidak akan berubah apabila :
1.      Mortalitas lebih tinggi daripada fertilitas dan migrasi neto positif menutup berkurangnya penduduk akibat kelebihan mortalitas.
2.      Mortalitas lebih rendah daripada fertilitas dan migrasi neto negatif menghapus pertambahan penduduk yang disebabkan oleh kelebihan fertilitas.
3.      Mortalitas dan fertilitas sama dan tidak ada migrasi neto.

 B.     Rumusan Masalah
a.         Apa masalah utama yang menjadi penyebab kelahiran di desa Kingkang?
b.         Siapa presentase kelahiran yang lebih besar, laki-laki atau perempuan?
c.     Kemana warga desa Kingkang melakukan migrasi?
d.        Mengapa mereka melakukan migrasi?
e.         Bagaimana cara mengatasinya atau menekan jumlah kelahiran, kematian, dan migrasi
C.     Tujuan
            Dalam penyusunan makalah ini memiliki beberapa tujuan antara lain:
1.      Untuk menambah wawasan atau pengetahuan orang lain tentang daerah lain
2.      Untuk memberi informasi kepada para pembaca tentang dinamika kependudukan Desa Kingkang Wonosari Klaten.
3.      Untuk meningkatkan dan memperluas pengetahuan





BAB II
PEMBAHASAN

            Dalam makalah ini penyusun meneliti tentang Dinamika Kependudukan di Desa Kingkang Wonosari Klaten Tahun 2011. Dimana Dinamika Kependudukan di daerah tersebut selalu berkaitan dengan fertilitas, mortalitas maupun perpindahan penduduk ke luar kota maupun ke luar provinsi, yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk selalu berubah-ubah setiap bulannya. Untuk lebih jelasnya perahatikan tabel dibawah ini :

Data Kependuduk
Desa Kingkang Wonosari Klaten
Tahun 2011

Bulan
Fertilitas
Mortalitas
Migrasi


Januari
6
5
4

Februari
7
1
1

Maret
7
5
8

April
10
6
15

Mei
10
7
3

Juni
11
1
5

Juli
6
3
8

Agustus
8
3
10

September
10
1
14


 
Rumus menghitung pertumbuhan penduduk :
      p = ( I - m ) + ( i - e )
Keterangan :
·         P :  pertumbuhan penduduk
·         I : total kelahiran
·         m : total kematian
·         e : total emigran atau pendatang dari luar daerah
·         i : total imigran atau penduduk yang pergi

Keterangan :
Desa Kingkang merupakan salah satu Kelurahan dari Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten. Di periode tahun 2011 Januari hingga Oktober, Desa/Kelurahan Kingkang mempunyai 1134 Kepala Keluarga dengan jumlah penduduk sebanyak 5310 jiwa, yang terdiri dari 2595 penduduk laki-laki dan 2715 penduduk perempuan.
Pendataan setiap bulan seperti bulab januari hingga september pada tahun 2011 yang selalu berubah-ubah. Seperti halnya pada bulan april fertilitas, mortalitas dan migrasi mengalami kenaikan dari bulan sebemnya.
Fertilitas Desa Kingkang Tahun 2011
 
Data di atas menunjukkan kelahiran pada bulan Januari hingga September  tahun 2011 Desa Kingkang yang berfluktuasi sampai akhir bulan September kelahiran  berjumlah 75. Dari jumlah 75 tersebut, jumlah lahir jenis kelamin laki-laki berjumlah 38 anak dan lahir jenis kelamin perempuan  37 anak. Penyebab naik turunnya tingkat kelahiran Desa Kingkang ini disebabkan oleh faktor migrasi penduduk, pernikahan dini dll.
Faktor pendorong kelahiran (pronatalitas) :
1.        Masyarakat banyak yang menganggap bahwa banyak anak banyak rezeki
2.        Sifat alami manusia yang ingin melanjutkan keturunan.
3.        Pernikahan usia dini (usia muda) yang banyak kita jumpai pada jaman sekarang.
Faktor penghambat kelahiran (antinatalitas) :
a.         Adanya program Keluarga Berencana (KB).
b.         Kemajuan di bidang iptek dan obat-obatan.
c.          Adanya peraturan pemerintah tentang pembatasan tunjungan anak bagi PNS.
Dari grafik diatas, peningkatan dan penurunan fertilitas di Desa Kingkang juga tergantung dengan tingkat kesuburan wanita. Perlu kita ketahui, bahwa jumlah penduduk di Indonesia sangat banyak. Hal ini harus ditangani jika tidak maka akan terjadi ledakan penduduk dari tahun ke tahun.
Untuk itu perlu diadakan penekanan pencegahan terhadap ledakan penduduk. Seperti melakukan KB, program 2 anak lebih baik yang sudah digalakkan, menggunakan pengaman atau kondom jika melakukan hubungan suami istri.
 Prosentase kelahiran di Desa Kingkang selama tahun 2011 periode Januari hingga September hampir seimbang antara bayi lahir perempuan dan bayi lahir laki-laki yaitu hanya berselisih 1 anak laki-laki yang lebih tinggi prosentasenya. Jumlahnya adalah bayi lahir laki-laki 38 dan bayi lahir perempuan 37.
Sebagian penduduk melakukan migrasi masuk dan keluar. Penduduk yang masuk biasanya dikarenakan mutasi kerja dan penduduk yang migrasi keluar tujuannya adalah untuk bekerja di kota, misalnya Jakarta, Semarang dan kota-kota besar lainnya. Mereka melakukan migrasi disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor daerah asal dan faktor daerah tujuan.
Faktor daerah asal:
·         Kurangnya lahan untuk mereka mendirikan rumah
·         Kurangnya lapangan pekerjaan
·         dll.
Faktor daerah tujuan:
·         Keinginan mereka untuk memperoleh penghidupan yang lebih layak di daerah tujuan/ meningkatkan taraf kehidupananya
·         Ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih layak dan cukup untuk menghidupi keluarganya
Adapun usaha-usaha yang dilakukan pemerintah dalam menekan laju pertumbuhan penduduk :
·         Meningkatkan pelayanan kesehatan
·         Mempermudah dan meningkatkan pelayanan dalam bidang pendidikan, sehingga keinginan untuk segera menikah dapat dihambat.
·         Meningkatkan wajib belajar pendidikan dasar bagi masyarakat, dari 9 tahun menjadi 12 tahun
·         Menyediakan lapangan pekerjaan yang luas
·         Memperhatikan rakyatnya
·         Meningkatkan keamanan dalam lalu lintas agar mengurangi tingkat kecelakaan yang tinggi

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dari pembahasan data di atas kita dapat mengetahui dan menyimpulkan bahwa dinamika kependudukan daerah Kingkang kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten selalu berubah-ubah atau berfluktuasi itu di sebabkan oleh faktor fertilitas, mortalitas dan migrasi. Faktor fertilitas disebabkan karena adanya pernikahan dini, kurangnya pendidikan. Hal itu terjadi tergantung oleh kondisi daerah itu sendiri.

B.     Saran
Sebaiknya pemerintah menekan pertumbuhan penduduk yang berlebihan dengan cara memprogramkan keluarga berencana (KB) agar laju pertumbuhan tidak terlalu pesat dan membatasi pernikahan dini yang akan menambah pertumbuhan penduduk dengan cepat. Pemerintah juga harus memprogramkan pendidikan wajib belajar yang mulanya 9 tahun menjadi 12 tahun agar pernikahan dini dapat di minimalisasikan.




DAFTAR PUSTAKA



No comments:

Post a Comment