BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pertumbuhan penduduk selalu dikaitkan dengan tingkat kelahiran, kematian
dan perpindahan penduduk atau migrasi baik perpindahan ke luar kota maupun ke luar provinsi.
Dinamika kependudukan adalah perubahan kependudukan untuk suatu daerah
tertentu dari waktu ke waktu. Dinamika atau perubahan penduduk
cenderung kepada pertumbuhan. Pertumbuhan penduduk ialah perkembangan jumlah
penduduk suatu daerah atau negara.
Perubahan pada dinamika kependudukan membawa
perubahan pola hidup sosial sehingga mempengaruhi kehidupan masyarakat. Selain
itu, perubahan pada dinamika kependudukan juga membentuk, mempercepat, maupun
menghambat perubahan unsur lain dalam sistem sosial seperti yang terjadi di Kelurahan Kingkang Kecamatan
Wonosari Kabupaten Klaten
pada laju
pertumbuhan penduduk pada tahun 2011.
Secara umum, terdapat beberapa model dinamika atau
perubahan kependudukan yang diuraikan sebagai berikut :
a. Pertambahan
penduduk dapat terjadi apabila :
1. Mortalitas
lebih tinggi daripada fertilitas, tetapi selisih kekurangan fertilitas ini
ditutupi oleh migrasi neto positif.
2. Mortalitas
lebih rendah daripada fertilitas meskipun terdapat migrasi neto positif.
3. Tidak
ada migrasi neto.
4. Ada
migrasi neto negatif, tetapi tidak cukup besar untuk mengimbangi lebihan
fertilitas.
5. Mortalitas
sama dengan fertilitas dan terdapat migrasi neto positif.
b.
Penurunan jumlah penduduk dapat terjadi
apabila :
1.
Mortalitas lebih tinggi daripada
fertilitas, dan terdapat migrasi neto negatif.
2.
Tidak ada migrasi neto.
3.
Migrasi neto positif tidak dapat menutup
kekurangan penduduk akibat mortalitas yang lebih tinggi.
4.
Mortalitas lebih rendah daripada
fertilitas dan migrasi neto negatif cukup besar untuk menutupi tambahan
penduduk.
5.
Mortalitas dan fertilitas adalah sama
dan migrasi neto adalah negatif.
c.
Jumlah penduduk tidak akan berubah
apabila :
1.
Mortalitas lebih tinggi daripada
fertilitas dan migrasi neto positif menutup berkurangnya penduduk akibat
kelebihan mortalitas.
2.
Mortalitas lebih rendah daripada
fertilitas dan migrasi neto negatif menghapus pertambahan penduduk yang disebabkan
oleh kelebihan fertilitas.
3.
Mortalitas dan fertilitas sama dan tidak
ada migrasi neto.
B.
Rumusan Masalah
a.
Apa masalah
utama yang menjadi penyebab kelahiran di desa Kingkang?
b.
Siapa
presentase kelahiran yang lebih besar, laki-laki atau perempuan?
c. Kemana
warga desa Kingkang melakukan migrasi?
d.
Mengapa
mereka melakukan migrasi?
e.
Bagaimana
cara mengatasinya atau menekan jumlah kelahiran, kematian, dan migrasi
C.
Tujuan
Dalam penyusunan makalah ini
memiliki beberapa tujuan antara lain:
1.
Untuk menambah wawasan atau pengetahuan
orang lain tentang daerah lain
2.
Untuk memberi informasi kepada para
pembaca tentang dinamika kependudukan Desa Kingkang Wonosari Klaten.
3.
Untuk meningkatkan dan memperluas
pengetahuan
BAB II
PEMBAHASAN
Dalam makalah ini penyusun meneliti
tentang Dinamika Kependudukan di Desa Kingkang Wonosari Klaten Tahun 2011.
Dimana Dinamika Kependudukan di daerah tersebut selalu berkaitan dengan
fertilitas, mortalitas maupun perpindahan penduduk ke luar kota maupun ke luar
provinsi, yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk selalu berubah-ubah setiap
bulannya. Untuk lebih jelasnya perahatikan tabel dibawah ini :
Data
Kependuduk
Desa Kingkang
Wonosari Klaten
Tahun 2011
|
Bulan
|
Fertilitas
|
Mortalitas
|
Migrasi
|
|
|
Januari
|
6
|
5
|
4
|
|
|
Februari
|
7
|
1
|
1
|
|
|
Maret
|
7
|
5
|
8
|
|
|
April
|
10
|
6
|
15
|
|
|
Mei
|
10
|
7
|
3
|
|
|
Juni
|
11
|
1
|
5
|
|
|
Juli
|
6
|
3
|
8
|
|
|
Agustus
|
8
|
3
|
10
|
|
|
September
|
10
|
1
|
14
|
Rumus
menghitung pertumbuhan penduduk :
p = ( I - m ) + ( i - e )
Keterangan :
·
P : pertumbuhan
penduduk
·
I : total kelahiran
·
m : total kematian
·
e : total emigran atau pendatang dari luar daerah
·
i : total imigran atau penduduk yang pergi
Keterangan :
Desa Kingkang
merupakan salah satu Kelurahan dari Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten. Di periode tahun 2011 Januari hingga Oktober,
Desa/Kelurahan Kingkang mempunyai 1134 Kepala Keluarga dengan jumlah penduduk
sebanyak 5310 jiwa, yang terdiri dari 2595 penduduk laki-laki dan 2715 penduduk
perempuan.
Pendataan setiap
bulan seperti bulab januari hingga september pada tahun 2011 yang selalu berubah-ubah.
Seperti halnya pada bulan april fertilitas, mortalitas dan migrasi mengalami
kenaikan dari bulan sebemnya.
Fertilitas
Desa Kingkang Tahun 2011
Data di
atas menunjukkan kelahiran pada bulan
Januari hingga September
tahun 2011 Desa Kingkang yang berfluktuasi sampai akhir bulan September
kelahiran berjumlah 75. Dari jumlah 75 tersebut, jumlah lahir jenis kelamin laki-laki
berjumlah 38 anak dan lahir jenis
kelamin perempuan 37 anak.
Penyebab naik turunnya tingkat kelahiran Desa Kingkang ini disebabkan oleh faktor migrasi penduduk,
pernikahan dini dll.
Faktor pendorong
kelahiran (pronatalitas) :
1.
Masyarakat banyak yang menganggap bahwa
banyak anak banyak rezeki
2.
Sifat alami manusia yang ingin melanjutkan
keturunan.
3.
Pernikahan usia dini (usia muda) yang
banyak kita jumpai pada jaman sekarang.
Faktor penghambat
kelahiran (antinatalitas) :
a.
Adanya program Keluarga Berencana (KB).
b.
Kemajuan di bidang iptek dan obat-obatan.
c.
Adanya peraturan pemerintah tentang
pembatasan tunjungan anak bagi PNS.
Dari grafik diatas, peningkatan dan penurunan
fertilitas di Desa Kingkang juga tergantung dengan
tingkat kesuburan wanita. Perlu kita ketahui, bahwa jumlah penduduk di
Indonesia sangat banyak. Hal ini harus ditangani jika tidak maka akan terjadi
ledakan penduduk dari tahun ke tahun.
Untuk itu perlu diadakan
penekanan pencegahan terhadap ledakan penduduk. Seperti melakukan KB,
program 2 anak lebih baik yang sudah digalakkan, menggunakan pengaman atau
kondom jika melakukan hubungan suami istri.
Prosentase kelahiran di Desa Kingkang selama
tahun 2011 periode Januari hingga September hampir seimbang antara bayi lahir
perempuan dan bayi lahir laki-laki yaitu hanya berselisih 1 anak laki-laki yang
lebih tinggi prosentasenya. Jumlahnya adalah bayi lahir laki-laki 38 dan bayi
lahir perempuan 37.
Sebagian penduduk melakukan migrasi masuk dan
keluar. Penduduk yang masuk biasanya dikarenakan mutasi kerja dan penduduk yang
migrasi keluar tujuannya adalah untuk bekerja di kota, misalnya Jakarta,
Semarang dan kota-kota besar lainnya. Mereka melakukan migrasi disebabkan oleh
dua faktor, yaitu faktor daerah asal dan faktor daerah tujuan.
Faktor daerah asal:
·
Kurangnya
lahan untuk mereka mendirikan rumah
·
Kurangnya
lapangan pekerjaan
·
dll.
Faktor daerah tujuan:
·
Keinginan
mereka untuk memperoleh penghidupan yang lebih layak di daerah tujuan/ meningkatkan
taraf kehidupananya
·
Ingin mendapatkan
pekerjaan yang lebih layak dan cukup untuk menghidupi keluarganya
Adapun usaha-usaha yang
dilakukan pemerintah dalam menekan laju pertumbuhan penduduk :
·
Meningkatkan pelayanan kesehatan
·
Mempermudah dan meningkatkan pelayanan
dalam bidang pendidikan, sehingga keinginan untuk segera menikah dapat dihambat.
·
Meningkatkan wajib belajar pendidikan dasar
bagi masyarakat, dari 9 tahun menjadi 12 tahun
·
Menyediakan
lapangan pekerjaan yang luas
·
Memperhatikan
rakyatnya
·
Meningkatkan
keamanan dalam lalu lintas agar mengurangi tingkat kecelakaan yang tinggi
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan
data di atas kita dapat mengetahui dan menyimpulkan bahwa dinamika kependudukan
daerah Kingkang kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten selalu berubah-ubah atau
berfluktuasi itu di sebabkan oleh faktor fertilitas, mortalitas dan migrasi.
Faktor fertilitas disebabkan karena adanya pernikahan dini, kurangnya
pendidikan. Hal itu terjadi tergantung oleh kondisi daerah itu sendiri.
B. Saran
Sebaiknya pemerintah menekan pertumbuhan penduduk
yang berlebihan dengan cara memprogramkan keluarga berencana (KB) agar laju
pertumbuhan tidak terlalu pesat dan membatasi pernikahan dini yang akan
menambah pertumbuhan penduduk dengan cepat. Pemerintah juga harus memprogramkan
pendidikan wajib belajar yang mulanya 9 tahun menjadi 12 tahun agar pernikahan
dini dapat di minimalisasikan.
DAFTAR
PUSTAKA
No comments:
Post a Comment