WELCOME MY BLOG

Wednesday, October 22, 2014

Monday, March 11, 2013

BANJIR

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Dewasa ini perubahan iklim dan cuaca tidak menentu. Hal ini menyebabkan timbulnya bencana, salah satunya banjir. Bencana banjir merupakan permasalahan umum terutama di daerah padat penduduk pada kawasan perkotaan, daerah tepi pantai atau pesisir dan daerah cekungan. Masalah banjir bukanlah masalah baru bagi Kota Solo, tetapi merupakan masalah besar karena sudah terjadi sejak lama dan pada beberapa tahun terakhir ini mulai merambah ke tengah kota. Hal tersebut di atas terjadi dikarenakan adanya faktor alamiah dan perilaku masyarakat terhadap alam dan lingkungan.
Akibat pemanasan global menyebabkan terjadinya perubahan pada pola iklim yg akhirnya merubah pola curah hujan, makanya jangan heran kalau sewaktu-waktu hujan bisa sangat tinggi intensitasnya dan kadang sangat rendah.

DINAMIKA KEPENDUDUKAN DESA KINGKANG WONOSARI KLATEN TAHUN 2011


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pertumbuhan penduduk selalu dikaitkan dengan tingkat kelahiran, kematian dan perpindahan penduduk atau migrasi baik perpindahan ke luar kota  maupun ke luar provinsi.
Dinamika kependudukan adalah perubahan kependudukan untuk suatu daerah tertentu dari waktu ke waktu. Dinamika atau perubahan penduduk cenderung kepada pertumbuhan. Pertumbuhan penduduk ialah perkembangan jumlah penduduk suatu daerah atau negara.
Perubahan pada dinamika kependudukan membawa perubahan pola hidup sosial sehingga mempengaruhi kehidupan masyarakat. Selain itu, perubahan pada dinamika kependudukan juga membentuk, mempercepat, maupun menghambat perubahan unsur lain dalam sistem sosial seperti yang terjadi di Kelurahan Kingkang Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten pada laju pertumbuhan penduduk pada tahun 2011.
Secara umum, terdapat beberapa model dinamika atau perubahan kependudukan yang diuraikan sebagai berikut :
a.       Pertambahan penduduk dapat terjadi apabila :
1.      Mortalitas lebih tinggi daripada fertilitas, tetapi selisih kekurangan fertilitas ini ditutupi oleh migrasi neto positif.
2.      Mortalitas lebih rendah daripada fertilitas meskipun terdapat migrasi neto positif.
3.      Tidak ada migrasi neto.
4.      Ada migrasi neto negatif, tetapi tidak cukup besar untuk mengimbangi lebihan fertilitas.
5.      Mortalitas sama dengan fertilitas dan terdapat migrasi neto positif.
b.    Penurunan jumlah penduduk dapat terjadi apabila :
1.      Mortalitas lebih tinggi daripada fertilitas, dan terdapat migrasi neto negatif.
2.      Tidak ada migrasi neto.
3.      Migrasi neto positif tidak dapat menutup kekurangan penduduk akibat mortalitas yang lebih tinggi.
4.      Mortalitas lebih rendah daripada fertilitas dan migrasi neto negatif cukup besar untuk menutupi tambahan penduduk.
5.      Mortalitas dan fertilitas adalah sama dan migrasi neto adalah negatif.
c.       Jumlah penduduk tidak akan berubah apabila :
1.      Mortalitas lebih tinggi daripada fertilitas dan migrasi neto positif menutup berkurangnya penduduk akibat kelebihan mortalitas.
2.      Mortalitas lebih rendah daripada fertilitas dan migrasi neto negatif menghapus pertambahan penduduk yang disebabkan oleh kelebihan fertilitas.
3.      Mortalitas dan fertilitas sama dan tidak ada migrasi neto.

Wednesday, December 19, 2012

DEGRADASI LAHAN


DEGRADASI LAHAN
AKIBAT PENCEMARAN LIMBAH PABRIK TEKSTIL
PT BATIK KERIS SUKOHARJO

PENDAHULUAN

Sekarang – sekarang ini banyak terjadi fenomena alam di sekitar kita. Tanpa kita sadari fenomena alam itu telah mengahimpiri kita seperti bencana alam banjir, longsor, gunung meletus dan masih banyak lagi. Bencana alam ini dapat disebabkan karena proses alami dan akibat aktifitas manusia. Dengan adanya bencana alam ini dapat menyebabkan degradasi lingkungan, dimana akan mempengaruhi kualitas tanah, kualitas air, dan lingkungan sekitar.
            Degradasi lingkungan ini dapat terjadi dimanapun, karena di setiap aktifitas manusia pasti akan menimbulkan atau mengakibatkan degradasi (penurunan). Sebagai contoh kita dapat mengetahui bahwa setiap harinya manusia pasti akan mengahasilkan sampah, dimana sampah tersebut dapat mengakibatkan degradasi lahan (penurunana kualitas tanah) jika sampahnya plastik yang tidak mudah terurai, hal ini berbeda dengan limbah yang dihasilkan oleh pabrik.
            Dalam perkembangan teknologi yang semakin maju dan banyaknya industri dapat menyebabakan degradasi lingkungan dimana banyak pembangunan pabrik yang tidak terkontrol dan tidak mempertimbangkan akibatnya seperti imbah yang akan di hasilkan. Limbah yang di hasilkan pabrik dapat menyebabkan penurunan kualitas tanah dan penurunan kualitas air. Jika hali ini berlangsung teruss menerus maka akan mempengaruhi penduduk setempat. Limbah pabrik mengakibatkan pencemaran air di sungai dengan berubahnya warna sungai menjadi warna tekstil, misalnya merah, biru, kuning dll. Serta juga dapat mempengaruhi kualitas lahan khususnya pertanian dimana lahan tersebut digunakan untuk menanam makanan pokok kita. Jika pemilik pabrik tidak mempertimbangkan hal ini bagaimana nasib kita kedepannya, jika kita mengkonsumsi makanan dari lahan yang tercemar tersebut. Ini juga mengurangi produktifitas lahan.

Sunday, December 11, 2011

GOOGLE EARTH SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN GEOGRAFI BERBASIS IT

BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Dewasa ini model pembelajaran geografi mulai berkembang. Dulunya geografi adalah pelajaran yang memerlukan kemampuan menghafal. Seharusnya, ilmu ini dipelajari dengan cara mengamati langsung objek yang dipelajari secara langsung atau dapat juga di amati melalui internet. Dengan begitu, aktivitas hafal-menghafal tentu akan lebih mudah. Mempelajari geografi hanya melalui pendengaran sama saja dengan mendengarkan dongeng.
Saat ini kehadiran dan kecepatan perkembangan teknologi informasi (TI) telah menyebabkan terjadinya proses perubahan dramatis dalam segala aspek kehidupan. Kehadiran TI tidak memberikan pilihan lain kepada dunia pendidikan selain turut serta dalam memanfaatkannya. TI sekarang ini memungkinkan terjadinya proses komunikasi global. Melalui pemanfaatan TI, siapa saja dapat memperoleh layanan pendidikan dari institusi pendidikan mana saja, di mana saja, dan kapan saja dikehendaki.
TI adalah solusi bagi beragam masalah pendidikan. Secara khusus, pemanfaatan TI dalam pembelajaran dipercaya akan:
a.  Meningkatkan kualitas pembelajaran,
b.  Mengembangkan keterampilan TI (IT skills) yang diperlukan oleh siswa ketika bekerja dan dalam kehidupannya nanti,
c.  Memperluas akses terhadap pendidikan dan pembelajaran,
d.  Mengurangi biaya pendidikan, dan
e.  Meningkatkan rasio biaya-manfaat dalam pendidikan.

Sistem pendidikan yang tidak memanfaatkan TI akan menjadi kadaluwarsa dan kehilangan kredibilitasnya. Namun, di sisi lain ada juga pendapat yang menyatakan bahwa situasi ini lebih disebabkan oleh adanya konspirasi yang mengakibatkan terjadinya ketergantungan dunia pendidikan terhadap TI. Selain kita dapat memperoleh kemudahana dalam mengakses informasi-informasi lewat internet kita juga harus memikirkan bagaimana dampak yang di timbulkan terhadap sistem pendidikan, terutama sistem pembelajaran, serta bagaimana cara pemanfaatkan kemajuan TI dalam pembelajaran.
Model pembelajaran geografi berbasis teknologi multimedia yang secara sengaja dan kreatif dirancang untuk membantu memecahkan permasalahan pembelajaran, kiranya merupakan alternatif yang akan banyak memberikan manfaat dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran geografi. Ada beberapa media yang dapat di gunakan untuk meningkatakan kualitas dan kemajuan pendidikan geografi yaitu melalui internet seperti google earth dan google maps.

B.     Rumusan Masalah
A.   Bagaimana pemanfaatan IT dalam pembelajaran Geografi.?
B.   Apa kelebihan dan kekurangan dari IT.?
C.   Bagaimana peranan google earth dalam pembelajaran geografi.?

C.     Tujuan
a.     Mengetahui tentang kemajuan IT.
b.    Mengetahui kelebihan dan kekurangan IT.
c.     Mengetahui manfaat IT dalam pembelajaran.
d.    Mengetahui tentang kegunaan google earth dalam pembelajaran geografi.